Critical Thinking Mendasari Cara Kerja di Era Digital dan Artificial Intelligence
Jakarta, SNews
Intisari Training memelopori kegiatan pelatihan dalam mengantisipasi perkembangan era Digitalisasi dan Artificial Intelligence (AI), salah satunya dengan mengadakan kegiatan pelatihan tentang “Critical Thinking for Supervisor” di Hotel TGM Tebet Jakarta, Selasa-Rabu (5-6/5/2026).
Sesuai misinya dalam membantu setiap pribadi untuk berperan dalam organisasi dengan melatih kemampuan diri dengan pendekatan : Knowledge, skills, dan Attitude yang selaras dengan nilai-nilai organisasi, Intisari Training menghadirkan Senior Trainer Bohman Jonathan Silaen.
Berpikir Kritis menjadi kebutuhan cara kerja dalam era Digitalisasi dan AI, memadukan berpikir analitis dengan berpikir kreatif untuk dapat menyekesaikan setiap masalah yang ada baik secara internal maupun internal.
“Berpikir kritis juga akan lebih nyata jika disinergikan bersama prioritas kerja yang telah ditetapkan,” jelah Bohman.
Dengan berpikir kritis berbasis data dan informasi akan menjadikan pekerjaan mudah dikerjakan dan lebih produktif.
Salah satu peserta bernama Apit memberikan pernyataan: “Saya baru memahami perlunya berpikir kritis dengan mengidentifikasikan melalui data dan informasi terlebih dahulu masalah pekerjaan, baru melaksanakannya, ini memudahkan saya dalam mengatur tim dalam mencapai target dan mengatasi masalah yang timbul.”

Suasana pelatihan yang interaktif dan aplikatif (Foto: Sari)
Sebagai penyelengara pelatihan, kami siap membantu perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan sumberdaya manusianya melalui berbagai topik pelatihan untuk siap mengikuti perkembangan era Digitalisai dan AI
“Sikahkan hubungi kami di 085718668445 atau e-mail sari@intisaritraining.com, kami siap membantu,” jelas Sari sebagai Priciple dari Intisari Training.
(Sil)
