Contoh Toleransi Tinggi Hari Raya Nyepi dan Lebaran/ Idul Fitri 2026 di Bali

Contoh Toleransi Tinggi Hari Raya Nyepi dan Lebaran/ Idul Fitri 2026 di Bali

Bali, SNews

Pada Maret 2026, Hari Raya Nyepi (19 Maret) dan Lebaran/Idul Fitri (20-21 Maret) di Bali jatuh beriringan, menciptakan momen toleransi tinggi.

Umat Muslim diimbau melakukan takbiran di masjid/rumah tanpa pengeras suara pada malam Nyepi, dengan pembatasan aktivitas luar ruangan, memastikan keheningan Nyepi terjaga.

Panduan dan detail aturan Nyepi & Lebaran 2026 di Bali:

Nyepi (19 Maret 2026): Seluruh Bali hening total, aktivitas umum berhenti, bandara tutup, dan Pecalang berjaga.

Malam Takbiran (Malam 19 Maret 2026): Takbiran dilakukan di masjid/mushola terdekat atau dari rumah tanpa pengeras suara, tanpa obor/cahaya mencolok, dan dibatasi waktu dari pukul 18.00–21.00 WITA.

Salat Id (20/21 Maret 2026): Dilaksanakan di masjid atau lapangan terdekat dengan berjalan kaki, menghindari penggunaan pengeras suara luar jika berdekatan dengan tempat pemukiman padat Hindu, guna menghormati Ngembak Geni.

Layanan Umum: Perbankan tutup dari tanggal 18-20 Maret, dengan operasional terbatas pada 20 Maret, dan kembali normal pada 25 Maret 2026.

Sikap Toleransi: Umat Muslim dan Hindu di Bali bekerja sama memastikan kedua hari raya berjalan damai, mencerminkan kerukunan antarumat beragama.

Seluruh rangkaian perayaan ini, dari Melasti hingga Ngembak Geni dan shalat Id, diatur bersama melalui FKUB dan Kemenag untuk memastikan harmoni di Bali.

(Sil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *